PAKAIAN ADAT INDONESIA

PAKAIAN ADAT | Sakuilmu.xyz – Indonesia adalah negara yang kaya dengan 34 provinsi, memiliki warisan budaya yang begitu besar dan mengagumkan. Indonesia sudah puluhan tahun berdiri tegak dengan perbedaan suku dan adat di setiap wilayahnya. Bahkan perbedaan ini menjadi kekayaan terbesar bagi negara agraris ini.

Salah satu kekayaan yang nampak di Indonesia adalah Pakaian Adat nya. Setiap provinsi memiliki ciri khas dalam pakaian adat atau baju adatnya. Baik yang digunakan sehari-hari, baju adat yang digunakan pada acara resmi, atau baju adat / pakaian adat untuk pengantin.

Pada kesempatan ini, Sakuilmu akan berbagi Baju Adat Indonesia dari 34 Provinsi. Dan berikut daftar baju atau pakaian adat Indonesia lengkap dengan gambar dan penjelasan singkatnya..

Daftar Isi:

Nama-Nama Pakaian Adat 34 Provinsi Beserta Gambarnya

1. Baju Adat atau Pakaian Adat Nanggroe Aceh Darussalam
2. Baju atau Pakaian Adat Sumatera Utara (Ulos)
3. Baju atau Pakaian Adat Sumatera Barat (Bundo Kanduang dan Penghulu)
4. Baju atau Pakaian Adat Riau (Cekak Musang dan Baju Kurung)
5. Baju atau Pakaian Adat Kepulauan Riau (Kebaya labuh dan Teluk Belanga)
6. Baju atau Pakaian Adat Jambi (Pakaian Melayu Jambi)
7. Baju atau Pakaian Adat Sumatera Selatan (Aesan Paksangko)
8. Baju atau Pakaian Adat Bangka Belitung (Paksian)
9. Baju atau Pakaian Adat Bengkulu
10. Baju atau Pakaian Adat Lampung
11. Baju atau Pakaian Adat DKI Jakarta
12. Baju atau Pakaian Adat Jawa Barat
13. Baju atau Pakaian Adat Banten (Pangsi)
14. Baju atau Pakaian Adat Jawa Tengah (Jawi Jangkep dan Kebaya)
15. Baju atau Pakaian Adat D.I.Y Yogyakarta (Kesatrian)
16. Baju atau Pakaian Adat Jawa Timur (Pesa’an)
17. Baju atau Pakaian Adat Bali
18. Baju atau Pakaian Adat Nusa Tenggara Barat (Lambung dan Pegon)
19. Baju atau Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur
20. Baju atau Pakaian Adat Kalimantan Barat (King Kaba)
21. Baju atau Pakaian Adat Kalimantan Tengah (Baju Sangkarut)
22. Baju atau Pakaian Adat Kalimantan Selatan (Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut)
23. Baju atau Pakaian Adat Kalimantan Timur ( Ta'a dan Sapei Sapaq)
24. Baju atau Pakaian Adat Kalimantan Utara (Bulang Kuurung)
25. Baju atau Pakaian Adat Sulawesi Barat (Pattuqduq Towaine)
26. Baju atau Pakaian Adat Sulawesi Tengah
27. Baju atau Pakaian Adat Sulawesi Tenggara
28. Baju atau Pakaian Adat Sulawesi Selatan
29. Baju atau Pakaian Adat Sulawesi Utara (Laku Tepu)
30. Baju atau Pakaian Adat Gorontalo
31. Baju atau Pakaian Adat Maluku (Baju Cele)
32. Baju atau Pakaian Adat Maluku Utara (Manteren Lamo)
33. Baju atau Pakaian Adat Papua
34. Baju atau Pakaian Adat Papua Barat


Berikut penjelasan mengenai 34 Baju atau Pakaian Adat Indonesia :

1. Baju Adat atau Pakaian Adat Nanggroe Aceh Darussalam (Linto Baru dan Daro Baro)

Pakaian adat Aceh untuk pria disebut Linto Baro, sementara yang untuk wanita disebut Daro Baro. Linto Baro dahulunya merupakan pakaian adat yang dikenakan oleh pria dewasa saat menghadiri upacara adat atau upacara kepemerintahan. Pakaian ini diperkirakan mulai ada sejak zaman kerajaan Perlak dan Samudra Pasai. Baju Linto Baro sendiri terdiri atas baju atasan yang disebut baju Meukasah, celana panjang yang disebut siluweu, kain sarung bernama ijo krong, sebilah siwah atau rencong yang menjadi senjata tradisional khas Aceh, serta tutup kepala bernama Meukeutop.

Pakaian adat Aceh untuk perempuan atau pakaian Daro Baro umumnya memiliki warna yang lebih cerah dibandingkan pakaian Linto Baro. Beberapa warna yang biasa digunakan adalah warna merah, kuning, hijau, atau ungu. Adapun untuk desainnya sendiri, pakaian ini terbilang sangat Islami dan tertutup.
PAKAIAN ADAT INDONESIA - ACEH


2. Baju atau Pakaian Adat Sumatera Utara (Ulos)

Suku Batak Toba memiliki pakaian adat sehari-hari yang terbuat dari kain tenun khas Batak, yakni kain ulos. Umumnya, kain Ulos dibuat khusus dengan cara ditenun menggunakan alat tradisional dan benang sutra. Warna benang untuk membuat Ulos pun biasanya tak jauh dari warna hitam, putih, merah, perak, dan emas.
Berikut gambar pasangan yang menggunakan pakaian adat Sumatera Utara yang dilengkapi dengan kain ulos

Pakaian Adat Suku Batak

3. Baju atau Pakaian Adat Sumatera Barat (Bundo Kanduang dan Penghulu)

Pakaian adat yang berasal dari Sumatera Utara yang didominasi oleh Suku Padang dikenal dengan nama Pakaian Budo Kanduang dan Baju Penghulu.

Pakaian adat Bundo Kanduang atau disebut juga Limpapeh Rumah Nan Gadang merupakan lambang kebesaran bagi para wanita yang telah menikah. Pakaian tersebut merupakan simbol dari pentingnya peran seorang ibu dalam sebuah keluarga. Sedangkan pakaian adat Sumatera Barat untuk para pria bernama pakaian penghulu. Sesuai namanya, pakaian ini hanya digunakan oleh tetua adat atau orang tertentu, dimana dalam cara pemakaiannya pun di atur sedemikian rupa oleh hukum adat. Pakaian ini terdiri atas beberapa kelengkapan yang di antaranya Deta, baju hitam, sarawa, sesamping, cawek, sandang, keris, dan tungkek.


4. Baju atau Pakaian Adat Riau


Pakaian Adat Indonesia selanjutnya berasal dari Provinsi Riau. Kebudayaan Riau sangat kental dengan nuansa melayunya, demikian juga dengan baju adat nya. Baju Adat Riau sama dengan baju melayu pada umumnya.

Baju Melayu yang digunakan oleh Pria terdiri dari dua bagian utama. Bagian pertama adalah baju (kemeja lengan panjang) yang memiliki kerah kaku yang ditinggikan, dikenal sebagai kerah cekak musang. Bagian kedua adalah celana panjang yang disebut "seluar". Kedua bagian terbuat dari jenis kain yang sama, biasanya katun, atau campuran poliester dan katun. Ornamen seperti rok juga lazim dikenakan bersama Baju Melayu, yang merupakan "kain samping", terbuat dari kain songket atau kain sarung, dari bahan katun atau campuran poliester. Keduanya adalah gulungan kain yang terlipat di sekitar pinggang pemakainya. Tutup kepala berwarna hitam legam atau gelap yang disebut songkok juga bisa dipakai untuk melengkapi pakaian.
riauberbagi.blogspot.com


Sedangkan baju adat Riau yang digunakan oleh kaum wanita disebut dengan Baju Kurung. Baju kurung adalah salah satu pakaian adat masyarakat Melayu di Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand bagian selatan. Baju kurung sering diasosiasi dengan kaum perempuan. Ciri khas baju kurung adalah rancangan yang longgar pada lubang lengan, perut, dan dada. Pada saat dikenakan, bagian paling bawah baju kurung sejajar dengan pangkal paha, tetapi untuk kasus yang jarang ada pula yang memanjang hingga sejajar dengan lutut. Baju kurung tidak dipasangi kancing, melainkan hampir serupa dengan t-shirt. Baju kurung tidak pula berkerah, tiap ujungnya direnda. Beberapa bagiannya sering dihiasi sulaman berwarna keemasan.

5. Baju atau Pakaian Adat Kepulauan Riau (Kebaya labuh dan Teluk Belanga)

Baju adat dari Kepulauan Riau juga sama dengan Provinsi Riau yaitu merupakan Pakaian Melayu pada umumnya. Untuk Kepulauan Riau kita mengenal pakaian berupa kebaya labuh dan teluk belangan.

Kebaya labuh berbentuk semacam kebaya pada umumnya, namun bagian bawahnya menjuntai hingga menutupi lutut. Sebagaimana kebaya pada umumnya, dua sisi bagian depan kebaya labuh dikaitkan dengan tiga buah kancing, pada jaman dahulu menggunakan peniti, sehingga bagian bawah kebaya labuh tampak melebar dan terbuka.  Cara pemakaiannya biasanya dipadukan dengan kain batik sebagai bawahan. Terkadang ditambahkan dengan selendang sebagai tambahan aksesoris.

Sedangkan pakaian adat Kepri untuk pria disebut dengan teluk belanga. Teluk Belanga merupakan pakaian adat tertinggi dalam susunan adat Melayu Kepulauan Riau. Pakaian adat Kepulauan Riau  ini memiliki motif polos, biasanya berwarna tidak terlalu mencolok, meskipun terkadang berwarna kuat seperti merah atau biru tetapi tetap terlihat teduh. Warna yang dipilih biasanya senada dengan celana yang dipakai.
wacana.co

6. Baju atau Pakaian Adat Jambi (Pakaian Melayu Jambi)

Suku Melayu Jambi memiliki berbagai adat dan kebudayaan yang unik, diantaranya adalah baju adat. Masyarakat Melayu Jambi dalam kehidupan sehari-hari selalu menggunakan baju sederhana. Akan tetapi pada acara tertentu seperti pada upacara pernikahan misalnya, masyarakat Jambi memiliki baju adat yang menjadi ciri khas Jambi seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini :

TradisiKita.my.id

7. Baju atau Pakaian Adat Sumatera Selatan (Aesan Paksangko)


Baju adat Sumatera Selatan masih dipengaruhi oleh kebudayaan suku Melayu. Untuk pakaian pengantin palembang, dikenal baju adat aesan paksangko. Pada Baju Aesan Paksangko, pengantin wanita menggunakan baju kurung berwarna merah dengan motif bunga bintang berwarna keemasan. Tidak lupa pula menggunakan kain songket lepus bersulam emas, teratai dibagian dada, serta mahkota Paksangkong, Kembang Goyang, Kembang Kenango, Kelapo Standan, serta perhiasan mewah lainnya yang berwarna kuning keemasan.

Sedangkan pengantin pria, menggunakan baju yang berwarna senada tidak jauh berbeda yaitu menggunakan baju motif tabur bunga emas, seluar pengantin (celana pengantin), songket lepus, selempang songket, serta songkok (kopiah) yang berwarna emas sebagai penutup kepala.

8. Baju atau Pakaian Adat Bangka Belitung (Paksian)

Pakaian pengantin Provinsi Bangka Belitung biasa disebut dengan nama “Paksian”. Pengantin perempuan biasanya memakai baju kurung berwarna merah yang berbahan kain sutra. Kepala mempelai wanita biasanya memakai mahkota yang biasa disebut dengan nama Paksian. Sedangkan pengantin pria menggunakan Sorban atau yang biasa disebut masyarakat Bangka Belitung sebagai Sungkon.

9. Baju atau Pakaian Adat Bengkulu

Pakaian adat Bengkulu yang dikenakan oleh kaum pria atau baju adat pria Bengkulu terdiri atas jas, sarung, celana panjang, alas kaki yang dilengkapi dengan tutup kepala dan sebuah keris. Jas yang digunakan dalam adat Bengkulu biasanya berwarna gelap seperti hitam atau biru tua dan berasal dari kain bermutu tinggi seperti wol atau sejenisnya. Demikian pula untuk celananya terbuat dari bahan dan warna yang sama.

Pakaian adat Bengkulu yang dikenakan oleh kaum wanita berupa baju kurung berlengan panjang yang terbuat dari bahan beludru. Baju ini memiliki hiasan bertabur corak-corak serta sulaman emas berbentuk lempengan-lempengan bulat seperti uang logam. Bahan beludru yang digunakan untuk pembuatan baju kurung umumnya berwarna merah tua, biru tua, lembayung atau hitam. Pemakaian baju kurung dipadukan dengan sarung songket berhias benang emas atau perak yang terbuat dari bahan sutra.

10. Baju atau Pakaian Adat Lampung 

Pakaian adat Lampung tidak kalah mempesona dari daerah lain. Busana pengantin Lampung sangat sederhana berupa kebaya untuk wanita dan jas untuk pria. Namun dengan balutan kain tapis dan penggunaan Siger untuk pengantin perempuan dan mahkota pria, serta pernak pernik hiasan yang berwarna senada membuat tampilan busana Lampung ini sangat elegan.


11. Baju atau Pakaian Adat DKI Jakarta

Busana adat orang DKI Jakarta tentu sudah sering kita lihat. Pakaian adat Betawi ini kerap digunakan oleh artis Ibukota dilayar televisi. Pada dasarnya baju adat dari Jakarta ini terdiri dari beberapa jenis yaitu busana yang digunakan sehari-hari, pada acara resmi, dan busana pengantin.
Untuk pakaian sehari-hari seorang Pria betawi busana/baju adatnya terdiri atas baju koko atau sebutan lainnya adalah sadariah, celana komprang dengan ukuran tanggung, kemudian menggunakan sarung yang digulung lalu diikatkan pada bagian pinggangnya, memakai sabuk hijau, dan peci yang berwarna merah.

Sedangkan busana adat wanita Betawi yang digunakan sehari-hari terdiri dari baju kurung yang berwarna mencolok atau terang, kemudian menggunakan selendang yang sama dengan baju kurung, bawahannya menggunakan kain batik yang bermotif geometris, dan ditambah kerudung yang fungsinya untuk menutup kepala. 
http://pesonapakaianadat.blogspot.com
Untuk jenis pakaian betawi lainnya akan dibawah lebih detil dalam artikel tersendiri.

12. Baju atau Pakaian Adat Jawa Barat

Sama seperti halnya dengan pakaian Betawi, pakaian Sunda atau baju adat dari Jawa Barat terdiri dari pakaian sehari-hari, pakaian resmi dan pakaian pengantin. Baju adat Sunda untuk jelata bisa dikatakan sangat sederhana. Kaum pria mengenakan celana panjang sebetis atau disebut "calana komprang" atau "calana pangsi" dilengkapi dengan kulit atau kain ikat. Sedangkan atasannya menggunakan baju salontreng yang dilengkapi sarung poleng yang diselempangkan menyilang di bahu tak pernah lepas dalam menjalani keseharian. Pakaian tradisional Sunda juga akan dilengkapi dengan penutup kepala yang disebut ikat logen dengan model Hanjuang nangtung atau barangbang Semplak dan alas kaki seperti sandal tarumpah atau kayu.

tradisikita.my.id
Sedangkan baju adat Sunda bagi wanita menggunakan Sinjang bundel (kain batik panjang) sebagai bahawan, beubeur (ikat pinggang), kamisol (bra), baju kebaya dan selendang batik. Sebagai pelengkap makeup, gaya pakaian juga akan disertai dengan rambut hiasan dalam jucung bun (bun kecil dan di atas), aksesoris seperti geulang akar bahar (gelang akar bahar), ali meneng (cincin polos), pelenis Suweng (kancing bulat), dan alas kaki berupa sandal keteplek (sandal jepit).

13. Baju atau Pakaian Adat Banten (Pangsi)

Sebagai rumpun suku Sunda, tentu masyarakat Banten memiliki kebudayaan yang juga mirip dengan kebudayaan di Jawa Barat. Tidak terkecuali dengan Pakaian Adat-nya. Namun demikian, ada salah satu suku di Banten yang masih memegang adat istiadat nenek moyangnya, yaitu suku Baduy.

Pakaian adat yang dikenakan sehari-hari oleh masyarakat Baduy laki-laki terdiri dari  disebut dengan nama Jamang Sangsang Digunakan dengan cara disangsangkan atau digantungkan di badan. Bahan yang digunakan dari pintalan kapas asli yang diperoleh dari hutan. Dijahit menggunakan tangan , memiliki lubang di bagian lengan dan leher tanpa kerah, tidak dilengkapi dengan kancing atau saku. Baju sangsang ini dipadukan dengan bawahannya berupa warna hitam atau biru tua yang dililit dipinggang. Dilengkapi ikat kepala dari kain putih yang berfungsi sebagai pembatas rambut .

Sedangkan pakaian adat banten khususnya kaum wanita memakai busana seperti sarung dengan warna biru kehitam-hitaman mulai dari tumit sampai dada. Model, potongan dan warnanya sama , kecuali bajunya. Pakaian seperti ini biasanya dikenakan untuk pakaian sehari-hari di rumah.



14. Baju atau Pakaian Adat Jawa Tengah

Pakaian adat Jawa Tengah bernama Jawi Jangkep dan kebaya. Sesuai dengan namanya jawi berarti Jawa dan Jangkep berarti lengkap. Sedangkan Jawi Jangkep adalah pakaian pria yang terdiri dari bebrapa perlengkapan yang digunakan untuk keperluan adat. Jawi Jangkep terdiri dari atasan yang berupa baju beskap dengan motif bunga dan untuk  bahawan menggunakn kain jarik yang dililitkan dipinggang. Destar berupa blangkon yang digunakan penutup kepala tradisional yang dikenakan oleh para pria. Agar dalam tampilan lebih menarik maka ditambahkan aksesoris lainnya berupa keris dan cemila atau kaos kaki.


Sedangkan untuk pakaian adat yang dikenakan wanita menggunakan kain kebaya. Kebaya ini pada umunya dibuat dari bahan katun, beludru, sutera brokat, dan nilon yang berwarna cerah. Kemben ini digunakan untuk penutup dada sampai bagian pinggul.

15. Baju atau Pakaian Adat D.I.Y Yogyakarta (Kesatrian)

Pada umumnya, pakaian / baju adat laki-laki dewasa di Jogja adalah mengenakan surjan serta kebawahan berupa kain batik atau yang disebut jarik. Penggunaan Blankon (penutup kepala) juga menjadi keharusan pada saat penggunaan pakaian / baju surjan. Selain blankon, lelaki dewasa Yogyakarta juga menggunakan alas kaki berupa sendal / selop.


Wanita dewasa di Yogyakarta menggunakan pakaian adat berupa kebaya dengan bawahan kain batik/jarik. Ciri khas lainnya adalah tatanan rambut yang disanggul / konde. Bahan kain yang dipakai untuk pembuatan pakaian adat yogyakarta antara lain berasal dari bahan katun, bahan sutera, kain sunduri, nilon, lurik, atau bahan-bahan estetis. Teknik pembuatannya ada yang ditenun, dirajut, dibatik, dan dicelup. Sementara untuk kebaya sendiri kebanyakan menggunakan bahan beludru, brokat, atau sutera.

16. Baju atau Pakaian Adat Jawa Timur (Pesa’an)

Baju pesa'an sebetulnya merupakan baju keseharian yang biasa dikenakan hanya oleh orang-orang Madura dan sebagian pesisir utara Jawa Timur. Kendati demikian, karena keunikan dan ciri khas yang dimilikinya, baju inilah yang justru menjadi ikon utama baju adat atau pakaian adat Jawa Timur.

17. Baju atau Pakaian Adat Bali

Bali memiliki pakaian adat yang khas dan unik. Pakaian yang dikenakan antara wanita dan pria pun berbeda, mulai dari bahan, bentuk dan aksesoris sebagai pelengkapnya. Untuk pakaian pria menggunakan baju safari dengan bawahan berupa kain bawahan khas Bali yang disebut kamen, tidak lupa dilengkapi dengan Udeng yang merupakan tutup kepala Bali.
Sedangkan untuk pakaian wanita menggunakan kebaya. Kebaya merupakan pakaian adat bali untuk wanita. Berbeda dengan kebaya Jawa, kebaya Bali memiliki ciri khas pada lengan dan bahu berbentuk terbuka dan adanya sabuk yang dipasang di bagian tengah tulang rusuk.



18. Baju atau Pakaian Adat Nusa Tenggara Barat (Lambung dan Pegon)

Pakaian adat lambung adalah pakaian adat NTB yang digunakan khusus untuk wanita saat menyambut tamu dan dalam upacara adat mendakin atau nyongkol. Pakaian ini berupa baju hitam dengan kerah bentuk huruf “V”, tidak berlengan, dan berhias manik-manik di tepi jahitan. Pakaian yang dibuat dari bahan kain pelung ini digunakan bersama selendang bercorak ragi genep di bahu kanan atau kiri pemakainya. Selendang tersebut dibuat dari bahan kain songket khas suku sasak. Untuk bawahannya, digunakan kain panjang yang dibalut ke pinggang. Kain tersebut diberi motif bordir kotak atau segitiga di bagian tepinya. Untuk menguatkan balutan kain, digunakan sebuah sabuk anteng atau ikat pinggang berupa kain yang ujungnya sengaja dijuntaikan di pinggang kiri.

Sedangkan pakaian adat NTB yang digunakan oleh pria disebut Pegon. Baju ini dipercaya merupakan hasil adaptasi kebudayaan Eropa dan Jawa yang terbawa ke NTB di masa silam. Bentuknya berupa jas hitam sama seperti jas biasa. Sementara untuk bawahannya, digunakan wiron atau cute yaitu bati bermotif nangka dari bahan kain pelung hitam. Selain pegon dan wiron, ada beberapa aksesoris lain yang digunakan untuk melengkapi keindahan pakaian adat NTB untuk para pria Sasak ini. Aksesoris tersebut antara lain ikat kepala bernama capuq yang bentuknya mirip udeng khas bali, ikat pinggang bernama leang yang berupa kain songket bersulam benang emas, dan keris yang diselipkan di samping atau di belakang ikat pinggan. Selain itu, khusus untuk para pemangku adat dikenakan juga selendang umbak berwarna putih, merah, hitam yang panjangnya sekira 4 meter.

19. Baju atau Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur 

www.TradisiKita.my.id
Baju adat suku Rote di Nusa Tenggara Timur berupa kemeja berlengan panjang berwarna putih polos. Tubuh bagian bawah ditutupi oleh sarung tenun berwarna gelap, kain ini menjuntai hingga menutupi setengah betis. Motif dari kain ini bermacam-macam, bisa berupa binatang, tumbuhan yang ada tersebar di di kawasan Nusa Tenggara Timur. Dari motif yang nampak dari kain tenun tersebut dapat dilihat daerah asal pembuatan kain tenun tersebut.  dan salah satu ciri khas Laki-laki suku rote menggunakan Ti’i langga, yaitu penutup kepala yang berbentuk mirip dengan topi sombrero dari Meksiko.

Sedangkan wanita pada suku Rote biasanya mengenakan baju kebaya pendek dan bagian bawahnya mengenakan kain tenun sebagai pakaian tradisionalnya. Salah satu motif yang sering digunakan untuk menghiasi pakaian adat ini adalah motif pohon tengkorak. Sehelai selendang menempel pada bahunya. Rambut disanggul dan memakai hiasan berbentuk bulan sabit dengan tiga buah bintang. Hiasan tersebut disebut bulak molik. Bulan molik artinya bulan baru. Hiasan ini terbuat biasanya terbuat dari emas, perak, kuningan, atau perunggu yang ditempa dan dipipihkan, kemudian dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai bulan sabit.

20. Baju atau Pakaian Adat Kalimantan Barat (King Kaba)

Pakaian adat Kalimantan Barat untuk Laki-laki bernama King Baba. Dalam bahasa Dayak, King berarti pakaian dan Baba berarti laki-laki. Pakaian ini terbuat dari bahan kulit kayu tanaman ampuro atau kayu kapuo. Kedua jenis kayu ini adalah tumbuhan endemik Kalimantan yang mempunyai kandungan serat tinggi.

pakaian adat Kalimantan Barat untuk para perempuan juga dibuat dari bahan dan cara yang sama. Namun, desainnya lebih sopan dengan perlengkapan antara lain penutup dada, stagen, kain bawahan, serta berbagai pernik lain seperti kalung, manik-manik, dan hiasan bulu burung enggang di kepalanya

21. Baju atau Pakaian Adat Kalimantan Tengah (Baju Sangkarut)


Baju Sangkarut merupakan baju adat suku Dayak Kalimantan Tengah yang disebut juga dengan Baju basulau, karena memang baju ini dilapisi Sulau – sejenis kerang. Baju Sangkarut dibuat dari serat serat daun nenas, serat daun lemba,  serat tengang atau serat nyamu. Kemudian pada serat daun tersebut digantungkanlah sulau (kulit kerang).

Baju Sangkarut yang merupakan baju adat Kalimantan Tengah ini sudah jarang bisa ditemukan. Pada zaman dahulu, baju sangkarut ini digunakan sebagai baju perang atau baju kebesaran untuk acara pernikahan.

22. Baju atau Pakaian Adat Kalimantan Selatan (Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut)

Busana adat pengantin atau baju adat Kalimantan Selatan jenis bagajah gamuling baular lulut merupakan busana pengantin klasik yang berkembang sejak zaman kerajaan Hindu di Kalimantan Selatan.
Kelengkapan busana pengantin pria bagajah gamuling baular lulut terdiri atas baju poko berbentuk kemeja lengan pendek tanpa kerah, celana panjang yang dihiasi motif pucuk rebung dari manik-manik, tapih bermotif binatang halilipan, mahkota bundar berbentuk ular lidi yang melingkar dikepala, kalung samban, kilat bahu garuda mungkur paksi, pending emas dengan kepala motif gula kelapa serta keris pusaka khas banjar berbentuk sempana.


Sedangkan kelengkapan busana pengantin wanita yang merupakan baju adat bagajah gamuling baular lulut terdiri atas kemben penutup dada, selendang, kayu apu pengikat pinggang, dan sarung panjang bermotif halilipan sebagai tapih. Tatanan rambutnya dibuat berbentuk sanggul dengan dihiasi mahkota dan kembang goyang serta kuncup bunga melati. Sebagai pelengkap dikenakan pula bonel (anting beruntai panjang) kalung kebun raja, kalung samban pedaka, ikat pinggang, gelan tangan, cincin permata, gelang kaki, dan selop sebagai alas kaki. 

23. Baju atau Pakaian Adat Kalimantan Timur (Ta'a dan Sapei Sapaq)

Pakaian adat Kalimantan Timur yang digunakan oleh wanita dikenal dengan nama Ta a. Pakaian ini terdiri dari da a, yaitu semacam ikat kepala yang terbuat dari pandan dan biasanya dipakai untuk orang tua, baju atasan yang dikenal dengan nama sapei inoq serta bawahan berupa rok yang disebut ta a. Bagian atas dan bawah busana wanita ini dihiasai dengan manik-manik. Sebagai pelengkap ditambahkan pula penggunaan uleng atau hiasan kalung manik yang untaiannya sampai bawah dada. 

Baju Sapei Sapaq adalah pakaian yang dikenakan oleh kaum pria. Umumnya pakaian ini memiliki corak yang hampir sama dengan motif pakaian adat perempuan. Hanya saja pakaian atasannya dibuat berbentuk rompi yang dipadukan dengan busana bawahan berupa cawat yang disebut abet kaboq. Sebagai pelengkap ditambahkan pula dengan mandau yang terikat dibagian pinggang.

24. Baju atau Pakaian Adat Kalimantan Utara (Baju Bulang Kuurung)

Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan maupun ritual tradisionalnya, Suku Dayak selalu mengenakan pakaian khusus sesuai dengan jenis upacara tersebut. Pakaian adat Suku Dayak disebut bulang. Macam dan jenisnya banyak sekali, karena dari masing-masing jenis ini masih terbagi-bagi dalam beberapa kategori lagi. Misalnya bulang kuurung dan Bulang Burai King. Disebut Bulang Kuurung karena memang baju ini pada tangannya tidak ada lengan. Bulan kuurung terbagi-bagi menjadi pakaian tanpa lengan, dokot tangan (pakaian dengan lengan pendek) serta lengke (baju dengan lengan panjang). Biasanya pakaian seperti ini digunakan oleh para dukun.

25. Baju atau Pakaian Adat Sulawesi Barat (Pattuqduq Towaine)

Pakaian adat Sulawesi Barat khas Suku Mandar bernama Busana Pattuqduq Towaine. Baju adat Pattuqduq Towaine biasanya dikenakan wanita Mandar Sulawesi Barat pada saat upacara pernikahan atau saat sedang menarikan tari tradisional Patuqdu. Khusus untuk yang dikenakan pada saat pertunjukan tarian, busana ini terdiri atas 18 aksesoris, sementara untuk busana pengantin terdiri dari 24 aksesoris. Kesemua aksesoris tersebut dapat digolongkan menjadi 5 bagian yaitu pakaian utama, penghias kepala, perhiasan badan, dan perhiasan tangan.

http://adat-tradisional.blogspot.com

Berbeda dengan pakaian adat wanita yang sangat rumit dengan banyak kelengkapannya, pakaian adat laki-laki Sulawesi Barat khas Suku Mandar terbilang begitu simpel. Pria mengenakan jas tertutup warna hitam yang berlengan panjang. Atasan ini dipadukan dengan celana panjang dan kain sarung yang dililitkan di pinggang sebagai bawahan. Simpelnya pakaian laki-laki ini melambangkan bahwa laki-laki suku Mandar haruslah gesit dalam bekerja dan bertindak.

26. Baju atau Pakaian Adat Sulawesi Tengah

Baju adat Sulawesi Tengah sangat beragam dikarena hampir semua suku di Sulawesi Tengah memiliki baju adat tersendiri. Salah satunya adalah suku Kaili. Suku Kaili memiliki baju adat yang digunakan pada acara tertentu seperti pada acara pernikahan. Pakaian adat yang dikenakan oleh kaum wanita dari suku kaili di kota palu dikenal dengan nama baju nggembe, semetara pakaian adat yang digunakan oleh kaum pria disebut baju koje/puruka pajana.



27. Baju atau Pakaian Adat Sulawesi Tenggara

Pakaian adat Sulawesi Tenggara terdiri dari Babu nggawi dan Babu Nggawi Langgai. Babu Ngawi adalah pakaian adat penganti perempuan sedangkan babu nggawi langgai adalah baju adat yang dikenakan oleh lelaki suku Tolaki di Sulawesi Tenggara.

28. Baju atau Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Baju adat Indonesia selanjutnya berasal dari Sulawesi Selatan. Disini dikenal baju adat dari suku Bugis, yaitu baju Bodo untuk wanita dan Jas Tutu untuk kaum pria. Baju bodo berbentuk segi empat, biasanya berlengan pendek, yaitu setengah atas bagian siku lengan.

Jas tutu bentuknya lengan panjang, leher berkerah serta diberi kancing yang terbuat dari sepuhan emas atau perak dan dipasang pada leher baju. Sementara, kain lipa sabbe atau lipa garusuk tampak polos tetapi berwarna mencolok, seperti merah dan hijau.

29. Baju atau Pakaian Adat Sulawesi Utara (Laku Tepu)

Baju atau pakaian adat dari Sulawesi Utara disebut dengan Laku Tepu yang merupakan busana adat suku Sangihe. Bentuknya terusan panjang. Dikenakan oleh wanita maupun pria. Perbedaannya hanya terletak pada ukuran panjang baju. Baju bagi pria panjangnya mencapai lutut dan telapak kaki. Baju pria dilengkapi dengan ikat kepala yang disebut paporong sebagai pelengkapnya. Sedangkan baju wanita panjangnya bisa mencapai betis, dengan penutup bagian bawahnya menggunakan kain sarung yang disebut balri sebagai pasangannya.Laku tepu pada umumnya berwarna terang dan mencolok se-perti merah, ungu, kuning tua, dan hijau tua. Baju jenis ini, pada zaman dulu terbuat dari kain ,kofo dengan dua bahan baku utamanya adalah serat manila hennep dan serat kulit kayu. Untuk mendapatkan warna yang diinginkan, sebelum dijahit harus dicelupkan ke dalam cairan air nira untuk warna merah misalnya, dan daun-daunan atau akar-akaran tertentu yang dapat menghasilkan warna biru, hijau, kuning, atau merah darah. Namun saat ini, keberadaan kain kofo telah digantikan dengan berbagai bahan lainnya yang sesuai untuk dibuat baju panjang. Namun warna yang dipakai masih tetap mengacu pada tradisi sebelumnya, yakni warna terang dan mencolok.

30. Baju atau Pakaian Adat Gorontalo

Masyarakat Gorontalo memiliki baju adat khas yang digunakan oleh masyarakat Gorontalo untuk berbagai keperluan, misalnya saja pada upacara /resepsi pengantin, khitanan, tari tradisional,  penyambutan tamu dan upacara adat lainnya. Dalam acara pernikahan, pakaian mempelai atau pengantin wanita disebut dengan Biliu. Sedangkan pakaian adat pengantin laki-laki disebut dengan Mukuta.

31. Baju atau Pakaian Adat Maluku (Baju Cele)

Pakaian adat Maluku yang dikenal dengan nama baju cele atau kain salele adalah pakaian adat dengan nilai estetis dan filosofis tinggi. Baju cele adalah baju berwarna merah terang dengan motif garis-garis emas atau perak yang geometris. Kainnya tebal tapi tetap nyaman digunakan. Untuk wanita, baju cele umumnya dipadukan dengan kain sarung tenun atau kebaya dengan warna yang sama. Sementara bagi pria, baju cele dibentuk menyerupai jas dan dikenakan bersama kemeja sebagai dalaman dan celana panjang formal berwarna hitam atau putih sebagai bawahannya. Adapun untuk alas kaki, baik pria maupun wanita umumnya menjadikan sepatu vantovel hitam sebagai pilihan utama.

32. Baju atau Pakaian Adat Maluku Utara (Manteren Lamo)

Pakaian Manteren Lamo (Sultan) adalah pakaian adat tradisional Maluku Utara yang terdiri atas celana panjang hitam dengan bis merah memanjang dari atas ke bawah, baju berbentuk jas tertutup dengan kancing besar terbuat dari perak berjumlah sembilan . Sementara itu, leher jas, ujung tangan, dan saku jas yang terletak di bagian luar berwarna merah.

33. Baju atau Pakaian Adat Papua

Baju adat yang berasal dari Provinsi Papua terdiri dari Pakaian adat untuk laki-laki dan perempuan. Demikian juga dengan Pakaian adat dari Papua Barat. Baju adat untuk laki-laki disebut dengan Holim ini khusus di pakai untuk para lelaki pakaian ini berasal dari suku Dani di papua. Fungsi dari pakaian ini adalah bisa digunakan untuk apa saja dalam kegiatan sehari-hari. Kita bisa melihat masyarakat papua memakai beragam pakaian adat mereka pada saat melakukan upacara adat.


Pakaian ini mempunyai nama lain yang mungkin kalian semua sudah mengetahuinya. Nama lain dari pakaian ini adalah koteka. Bahan dasar untuk membuat koleka ini sangatlah mudah yaitu terbuat dari kulit labu air.

34. Baju atau Pakaian Adat Papua Barat

Sama halnya dengan Provinsi Papua, provinsi Papua Barat yang merupakan hasil pemekaran dari Provinsi Papua atau Irian Jaya sebelumnya memiliki pakaian adat laki-laki dan perempuan. Jika di provinsi Papua kita sudah mengenal baju adat laki-laki. Di Provinsi Papua Barat ini, kita akan mengenal baju adat untuk kaum wanita.

Baju adat untuk maun wanita di Papua Barat dinamakan Yokal dan Sali. Sebenarnya baju adat ini hampir sama, namun berbeda peruntukannya. Jika Yokal digunakan oleh wanita yang sudah menikah, maka Sali digunakan oleh wanita yang belum menikah.


Demikian Sobat Sakuilmu, 34 Pakaian Adat Indonesia yang bisa kita ketahui sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Pada kesempatan yang akan datang, kami akan ulas lebih mendalam mengenai baju atau pakaian adat Indonesia ini satu persatu. Semoga bermanfaat.

0 Response to "PAKAIAN ADAT INDONESIA"

Posting Komentar