Rumah Adat Aceh

Rumah Adat Aceh atau dalam bahasa Aceh disebut "Rumah Aceh" merupakan rumah adat atau rumah tradisional masyarakat etnik Aceh. Rumah Adat Aceh ini memiliki desain yang khas dengan sentuhan budaya Serambi Mekah.

Rumah Adat Aceh ini dikenal juga dengan nama Rumah "Krong Bade". Sebuah bangunan rumah adat Aceh / Krong Bade ini terdapat beberapa bagian yang menyiratkan makna tertentu.

Sobat yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai Rumah Adat Aceh, mari kita simak artikel yang mengupas tuntas perihal Rumah Adat Aceh (Krong Bade), dibawah ini

Rumah Adat Aceh (Krong Bade)

Rumah Krong Bade mencerminkan karakteristik masyarakat Aceh yang dekat dengan alam serta menjaga kelestarian lingkungan. Tercermin dari metode pembuatan dan bahan rumah yang tidak menggunakan paku sebagai alat perekat kayu yang sangat populer saat ini. Motif rumah adat Aceh ini juga memiliki aneka ragam keunikan yang secara substasial menggambarkan tingkatan sosial masyarakat Aceh, khususnya dalam aspek ekonomi tuan rumahnya.

Daftar Isi Artikel Rumah Adat Aceh (Krong Bade)

1. Struktur Bangunan Rumah Adat Aceh
2. Bahan Bangunan Rumah Adat Aceh
3. Fungsi Rumah Adat Aceh
4. Ciri Khas dan Karakteristik Rumah Aceh
5. Kroeng Pade

Berikut penjelasan mengenai Rumah Adat Aceh (Krong Bade)

Rumah Adat Aceh / Rumoh Aceh Krong Bade
Rumah Adat Aceh / Rumoh Aceh Krong Bade

1. Struktur Bangunan Rumah Adat Aceh (Krong Bade)

Rumah Adat Aceh (Krong Bade) atau juga biasa disebut Rumoh Aceh, adalah sebuah rumah dengan struktur panggung dengan tinggi tiang 2,5 sd 3 meter dari permukaan tanah. Biasanya rumah adat aceh ini memiliki jumlah anak tangga yang ganjil. Hal ini menunjukan simbol dari sifat religius masyarakat Aceh.

Anak tangga pada Krong Bade (Rumah Adat Aceh)
Anak tangga pada Krong Bade (Rumah Adat Aceh)


Adapun rumah adat Aceh ini dibagi dalam 4 bagian yaitu :
a. Seuramoë keuë (Ruang Depan)
b. Seuramoë teungoh (Ruang Tengah)
c. Seurameo likot (Serambi / ruang Belakang)
d. Ruang Bawah

2. Bahan Bangunan Rumah Adat Aceh

Keseluruhan rumah adat Aceh ini dibuat dari bahan kayu, kecuali atapnya yang terbuat dari bahan daun rumbia atau daun enau yang dianyam, serta lantainya yang dibuat dari bambu. Rumah Aceh atau Rumoh Aceh terdiri atas tiang-tiang penopang lantai, tangga, lantai, dinding, jendela dan atap yang keseluruhannya dibangun tanpa menggunakan paku. Material yang digunakan yaitu tali pengikat yang berbahan tali ijuk, pasak, rotan dan kulit pohon waru, papan, enau, kayu dan bamboo.

Banyaknya jumlah tiang penopang di rumah aceh bervariasi tergantung dari berapa banyak ruangan yang terdapat di dalam rumah atau dari seberapa luas ukuran rumah. Biasanya masyarakat aceh membangun rumah dengan jumlah tiang sebanyak 16, 18, 22 dan 24. Jumlah tiang 16 biasanya untuk rumah yang mempunyai tiga ruangan, sedangkan  jumlah tiang 24 untuk rumah yang mempunyai 5 ruangan. Material yang digunakan untuk membuat tiang ini biasanya dari bahan kayu dan bentuknya bulat dengan diameter kurang lebihnya 20-35 cm.

Tiang Krong Bade
Tiang Krong Bade


Tahukah Sobat kalau Rumah Adat Aceh ini merupakan Rumah Anti Gempa? Struktur dari rumah adat Aceh Krong Bade  terkenal sebagai rumah anti gempa, hal ini dikarenakan struktur rumah adat Aceh tanpa menggunakan paku melainkan menggunakan teknik sambungan pengikat yang jauh lebih fleksibel dan aman dari goncangan gempa.

3. Fungsi Rumah Adat Aceh


Seperti yang telah kita ketahui diatas, bahwa rumah krong bade yang merupakan rumah adat Aceh ini memiliki 3 bagian utama dan 1 bagian tambahan. Setiap bagian atau ruangan dalam rumah adat Aceh ini memiliki fungsi tersendiri.

Berikut kami informasikan fungsi rumah adat Aceh yang akan dibahas secara detil setiap bagian / serambi atau ruangan rumah adat Aceh tersebut :

  • Fungsi Ruang Depan Rumah Adat Aceh atau biasa disebut seuramoë keuë.
    Ruangan ini berfungsi sebagai ruang santai dan tempat berisirahat bagi seluruh anggota keluarga. Ruangan ini juga digunakan sebagai tempat menerima tamu.
Ruang Depan Pada Krong Bade (Rumah Adat Aceh)
Ruang Depan Pada Krong Bade (Rumah Adat Aceh)
  • Ruang Tengah Rumah Adat Aceh atau biasa disebut seuramoë teungoh. Ruangan ini adalah ruang inti dari sebuah rumah adat Aceh (ruang inong) dan di tandai dengan lantai yang lebih tinggi dari ruang depan. Karena termasuk ruang inti, maka ruangan ini termasuk sangat privat. Tamu yang datang tidak akan pernah diijinkan untuk memasukinya. Fungsi dari kamar-kamar yang terdapat di ruang tengah ini antara lain sebagai tempat tidur kepala keluarga, kamar anak, ruangan kamar pengantin, serta sebagai ruang pemandian mayat ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia.
    Salah satu ruang tengah pada Rumah Adat Aceh (Krong Bade)
    Salah satu ruang tengah pada Rumah Adat Aceh (Krong Bade)
  • Ruang Belakang rada Rumah Adat Aceh biasa disebut sebagai seurameo likot. Ruangan ini adalah ruangan yang berfungsi sebagai tempat makan, dapur, dan tempat bercengkrama bagi sesama anggota keluarga. Lantai ruangan ini biasanya lebih rendah dibanding lantai rangan tengah. Sama seperti ruang depan, ruang belakang juga tidak memiliki kamar-kamar.
    Ruang Belakang pada Krong Bade (Rumah Adat Aceh)
    Ruang Belakang pada Krong Bade (Rumah Adat Aceh)
  • Ruang Bawah pada Rumah Adat Aceh lazimnya disebut yup moh. Ruangan kosong ini bermanfaat sebagai pencegah masuknya binatang buas ke dalam rumah dan untuk menghindari banjir pada masa lampau. Oleh para penghuni rumah ruangan ini juga dimanfaatkan sebagai penyimpanan perkakas kerja sehari-sehari seperti alat tumbuk padi (Jeungki) dan sebagai tempat menaruh padi (berandang). Saking tingginya tiang-tiang ini terkadang yup moh atau kolong ini juga dimanfaatkan para penghuni rumah sebagai area bermain anak, kegiatan menenun para wanita, bahkan sebagai kandang sementara binatang peliharaan maupun ternak.
Ruang Bawah Krong Bade (Rumah Adat Aceh)
Ruang Bawah Krong Bade (Rumah Adat Aceh)


4. Ciri Khas dan Karakteristik Rumah Aceh

Karakteristik dari rumah adat Aceh yang dikenal dengan nama Krong Bade ini adalah adanya ukiran yang khas bercirikan budaya masyarakat Aceh yang Islami. Rumah adat Aceh ini identik dengan motif – motif ukiran yang khas yang tersebar di seluruh bagian rumah. Bentuk ukirannya berupa pola simetris, belah ketupat, garis silang dan kaligrafi pada bagian tulak angen. Umumnya ukirannya berupa ayat suci Al Quran, Flora berupa semua bagian bunga dan lainnya, fauna, dan alam.

ukiran rumah adat aceh krong bade
Bentuk Ukiran Krong Bade (Rumah Adat Aceh)
Motif hiasan pada krong bade (rumah adat Aceh)
Motif hiasan pada krong bade (rumah adat Aceh)

5. Kroeng Pade

Selain dari tiga ruangan utama yang telah dijelaskan di atas, umumnya rumoh aceh / krong bade / rumah adat aceh dilengkapi oleh Kroeng Pade. Kroeng Pade atau lumbung padi berfungsi sebagai tempat menyimpan padi dan juga bale atau balai yang dimanfaatkan sebagai tempat melepas lelah sejenak. Bangunan ini terpisah dari rumah utama dan biasanya diletakkan di sekitar rumah.

kroeng pade aceh
Kroeng Pade

Demikian Sobat Sakuilmu, informasi mengenai Rumah Adat Aceh yang dikenal dengan Krong Bade atau Rumoh Aceh, semoga bermanfaat.

0 Response to "Rumah Adat Aceh"

Posting Komentar